Ciee, sekarang udah 2017. HAPPY NEW YEAR GUYS! Hahaha. Telat banget astaga, gapapa lah ya. But anyway, gimana? Udah pada buat resolusi dong pastinya? Semoga tahun ini resolusinya bertahan sampai akhir tahun dan tercapai. Hows 2016? Tercapai resolusinya? Kalau Livia sih jujur aja, lupa resolusinya apa buat 2016 HAHAHA, tapi aku punya 1 buku kecil yang isinya keinginan, harapan, dan doa aku gitu. Jadi di akhir tahun, karena nggak punya resolusi untuk diliat, jadi buka buku kecil itu aja deh. Dan senangnya, ternyata banyak impian dan harapan Livia yang tercapai.

Aku akan sharing sedikit, tentang apa sih yang dipelajari selama tahun 2016, dan  apa aja resolusi ku untuk tahun 2017. Sharing santai aja, karena ini baru ‘soft opening’ nya blog Livia lol. (sharing santai tapi topiknya berat, hmm)

Apa saja yang aku pelajari selama di tahun 2016?

BANYAK BANGET. Banyak hal yang terjadi selama 366 hari tahun lalu. Mulai dari hal-hal yang buat sedih, kecewa, marah, tertawa, senang, surprised, dll. Kita sebut saja dulu hal-hal yang mengarah ke ‘negatif’. Sekitar bulan kedua di tahun 2016, aku sempet dekat dengan seorang cowok. Tapi in the end kita pisah. Ya, meskipun aku udah sayang banget sama cowok ini. But, aku share gini bukan dengan tujuannya cuma asal curcol aja. Livia share karena ada pelajaran yang Livia ambil dari kejadian ini. Yaitu, lepaskan apa yang tidak patut untuk digenggam.

you-cant-force-someone-to-stay-in-your-life
Nah, pas nih.. bener banget! (foto: gugling)

Aku belajar kalau kita nggak bisa memaksa orang yang datang ke kehidupan kita tinggal selamanya dan nggak pergi meninggalkan kita. Itu pilihan dia. Kalau punya pacar atau gebetan, dan dia selingkuh atau memilih cewek lain tanpa alasan yang jelas untuk meninggalkan kita, yaudah it shows his quality as a man (kata mentorku). Tuhan selalu punya rencana yang lebih baik. Nyatanya, banyak hal yang aku dapatkan setelah aku udah nggak sama dia lagi. Banyak hal yang bisa aku lakukan. Lagipula aku percaya, mungkin saat itu memang belum waktu yang tepat buat aku. Akan ada saatnya, Tuhan atur tepat waktu untuk aku bertemu dengan ‘The Right One’.

Hal lainnya yang aku pelajari adalah tentang teman. Semakin hari aku semakin sadar bahwa people come & go. Mungkin dulu kita dekat dengan 1 atau lebih teman. Tapi seiring berjalannya waktu, ‘pembatas’ yang sebenarnya tidak terlau tebal, justru cukup untuk membuat kita dan teman-teman dekat kita jadi jauh. Itulah yang aku rasakan, banyak temanku yang muncul untuk beberapa lama, dekat, lalu menghilang. Begitu terus. Teman pun terus bertambah dan berganti. Tapi 1 hal, sahabat sejati tidak akan pernah meninggalkan.

IMG_3281.JPG
Moment bareng temen, foto ‘cewe macho’ kelas 9-B, sekitar tahun 2014 #throwbackdikit #nyarislengkap

Selain itu, aku juga belajar tentang “embrace the moment”, “let it go”, dan “let it flow”. Embrace the moment maksudnya, nikmati dengan sebaik mungkin apapun yang aku alami, karena apapun itu hanya akan terjadi sekali seumur hidup. Kalau disakiti? Embrace, karena kita hanya akan merasakan sakit yang seperti itu sekali seumur hidup. Next time, ketika disakiti, kita akan merasa lebih kuat, kan?

Let it go. Yang berlalu yaudah, biarkan berlalu. Nggak perlu diungkit-ungkit lagi, sampai kepikiran terus. Nggak akan ada guna, karena yang namanya masa lalu nggak akan pernah diubah, bahkan disentuh pun nggak bisa.

go-with-the-flow
Tuh baca, don’t go with the flow.

Let it flow, but don’t go with the flow. Ikuti arus tapi jangan sampai terbawa arus. Kita ikuti aja kemana Tuhan membawamu dan menuntunmu pergi. Seorang mentor di gerejaku pernah bilang, kalau Tuhan itu berjalan bersama kita – berjalan di depan kita. Percaya saja sama Tuhan kemanapun dia membawamu pergi. Percaya kan sama Tuhan? Tuhan pasti tau yang terbaik.

Jadi ilustrasinya begini. Kita seperti berjalan di belakang Tuhan. Tuhan yang tahu jalan di depan seperti apa, dia yang tahu arahnya, karena dia berdiri di depan kita, menghalangi kita. Tuhan melihat apa yang tidak kita lihat! Yah, Tuhan, kalau aku ditutupin gak keliatan dong? Tuhan akan tanya, “Lu gak percaya sama gue?” NAHLOH. Kita memang nggak bisa liat apa-apa karena ‘ketutupan Tuhan’. Paling kita hanya bisa liat jalan yang sudah kita lewati. Tapi percaya kan sama Tuhan? Tuhan yang lihat semuanya di depan, dan dia yang akan menuntun kita juga melindungi kita.

Apa sih resolusi aku untuk tahun 2017 ini?

Sebenarnya….. resolusi aku tuh banyak banget! Entah itu resolusi atau daftar belanjaan. Diitung itung sih bisa sampai 20an lebih. LOL. Tapi, aku hanya akan menyebutkan disini 7 saja. Ini dia!

  1. Rajin baca buku! (Minimal 12 buku selama 1 tahun)
    Ini resolusiku yang pertama! Rajin baca buku. Sebenarnya misi aku tahun ini adalah menjadi pribadi yang lebih baik, luar dan dalam, juga pengetahuan. Dan salah satu resolusiku nantinya adalah rutin nge-blog. Gimana bisa ‘mengeluarkan’ hal-hal yang berkualitas kalau gak ada pengetahuan yang masuk. Seperti kata pepatah kuno, buku adalah jendela ilmu. Awalnya aku bikin, kalo setiap minggu harus selesai 1 buku. Tapi perubahannya terlalu signifikan, jadi aku putuskan untuk 1 bulan minimal 1, kalau udah bisa, naik jadi 2 minggu minimal 1.
  2. Banyak senyum dan berani ngobrol sama orang baru.
    Does it sound weird? Haha, tapi emang beneran, ini salah satu resolusiku. Fyi, banyak teman-temanku bilang – yang udah lama kenal atau baru kenal – kalau aku lagi diem, mukaku entah jutek atau pea. Pernah sekali, aku tanding basket di sekolah lain dan ada anak yang suka cara mainku dan temanku. Tapi dia cuma minta id line temanku, karena dia bilang dia takut sama Livia, mukanya judes -__- Jadi begitu deh, mau latih banyak senyum biar ga dikira judes. Padahal, kalau udah kenal, nggak bakal bilang Livia judes (HEHE). Dan Livia juga mau belajar berani ngobrol sama orang baru. Beberapa orang bilang kalau Livia cuek, dan Livia orangnya gak berani ngajak ngobrol duluan, nggak bisa basa-basi gitu. So, Livia mau belajar supaya bisa ngobrol sama orang meskipun baru kenal, nggak kaku, dan nggak cuek.
  3. Selalu bersyukur bahkan hal yang kecil sekalipun.
    Livia pengen banget nih, bisa selalu bersyukur. Sebenarnya sih prakteknya sudah mulai lumayan, karena di saat ada sesuatu Livia bilang, “Yaudah lah, syukurin aja”. Tapi, aku masih suka lupa dengan hal-hal kecil yang Tuhan kasih dan aku alami. Jadi nyadarnya pas udah lama gitu. So, terinspirasi dari salah satu blogger di komunitas blogger-ku sekarang, dia bilang, siapkan 1 toples kosong, dan setiap minggu isi 1 kertas yang berisi hal-hal apa yang kamu syukuri selama minggu tersebut. Nanti di akhir tahun, buka dan baca-baca lagi, juga seharusnya terkumpul 52 kertas. Tapi berhubung tau ide nya telat, minggu ini Livia baru mau masukkin kertas pertama.
  4. Jadi pribadi yang lebih baik.
    Caranya gimana untuk jadi pribadi yang lebih baik? Banyak. Misalnya, lebih rajin baca devotion, selalu tulis to-do list setiap harinya, write out overall goals for the week terus review tasks + goals to make sure they align, main game yang latih otak, nggak melupakan refreshing meskipun sibuk kerja ini itu, dan selalu kerja keras. Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Jangan suka males-malesan and wasting time.
  5. Nabung!!!
    Sebenarnya ini bukan hal yang terlalu susah untuk diakukan, yang penting begitu dapat gaji, langsung dipisahin yang mau ditabung. Cuma aku punya target nih, di akhir tahun tabungan sampai minimal 10 juta, jadi seengganya sebulan harus nabung sekitar 1 juta-an gitu deh.
  6. Beli kamera dan seriusin YouTube.
    Nah, ini nih! Ini impian aku dari tahun lalu. Dulu waktu masih ada kamar sendiri, kamarku penuh tempelan, tentang motivasi untuk jadi YouTuber. Berbekal pinjam kamera orang dan software seadanya (sony vegas yang lemotnya naujubillah), sekarang channel Livia sudah ada 4 video. Boleh di cek, klik disini. Sekalian di like, comment, share, and subscribe ya! Aku pengen banget seriusin buat jadi YouTuber, but karena masih terhalang kamera, so yeah.. masih nunggu kalo udah bisa beli baru deh seriusin bener-bener. Tapi sekarang tetep suka upload video, cuma nggak konstan waktunya, karena nggak gampang buat selalu minjem kamera temen LOL.
  7. Rutin nge-blog! Minimal 1 post per week
    YES! Jadi, aku pernah bilang di salah satu post instagram aku, bahwa per 1 Februari 2017, aku akan memulai ‘perjalanan’ baru. Livia akan rutin nge-blog, minimal 1 post per week, or 4 posts per month. Livia akan sharing apapun yang Livia tahu, dan pastinya semoga bermanfaat buat kalian semua.

So, sampai sini dulu post tentang pelajaran dari masa lalu dan resolusi Livia. Apa pelajaran masa lalu dan resolusi kalian? Boleh di share di kolom comment. Buat kalian yang mau nanya, boleh nanya di kolom comment, atau mau kasih saran + kritik or ide untuk post-post selanjutnya, boleh banget. Tinggal comment aja. Jangan lupa ikutin Livia di IG, Facebook, YouTube, friendster (eh?). Hahaha, see ya guys!

Advertisements

One thought on “Happy 2016 Plus One, 2017 !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s