Hey guys! Welcome back to my blog. Setelah sebelumnya Livia bahas tentang coffee drinks yang biasanya ada di menu-menu di coffee shops, sekarang aku akan share tentang pengalamanku coffee hopping sama beberapa temanku.

Jadi, yang ikutan coffee hopping waktu itu adalah anak-anak yang gabut di rumah, nggak ada kerjaan, dan kasihan sekali kami tidak pergi berlibur di saat orang lain asyik ke luar negeri atau ke luar kota (hiks). Nggak lah, memang sudah direncanakan sebelumnya. Tadinya mau sebelum Natal, tapi karena sebagian nggak bisa, jadinya tanggal 27 Desember 2016. Kami se-grup ‘tukang ngopi’ ada 7 orang dan yang bisa ikut hanya 6 orang.

Yang cukup sulit dari soal coffee hopping adalah menentukan coffee shops yang mau didatangi, karena rata-rata bilangnya ‘terserah’. Hahaha. Tapi akhirnya aku dan teman-teman pergi ke Fillmore Coffee, soal setelah itu mau kemana adalah urusan belakangan.

Aku yang menentukan janjian jam 3, tapi justru aku yang telat. Lol. Ya, but anyway itu nggak penting. Let’s talk about coffee!

Fillmore Coffee

Fillmore Coffee sendiri ada di Suites at Seven Lt. 1, Karet Kuningan, atau bisa di cek di maps. Tulisan “Fillmore”-nya agak kecil, jadi kalau nggak jeli, bisa kelewatan.

suites@seven
Fillmore Coffee di Suites at Seven (source: Don’t Touch My Food!)

Untuk tempat, coffee shop yang terdiri dari 2 lantai ini bisa dibilang tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil. Jika datang sendiri, atau ber 2-4 orang mungkin di lantai 1 masih oke. Tapi karena kami saat itu datang ber-6 dan namanya kalau ngobrol pasti berisik, lantai 2 rasanya lebih nyaman. Kalau mau duduk di lantai 2, setiap orang minimal harus membeli 1 minuman (atau makanan, kurang tau juga). Misalnya, aku dan teman-teman ber 6, kami harus memesan setidaknya 6 minuman. Cuma ya, karena Livia datang telat dan basically  aku cipe (cina pelit #noracist) orangnya #LOL, I chose to save money for the next coffee shops. Aku sempet nyoba Honey Latte dan manual brew punya temen. Suka sih sama Honey Latte nya. Kalo manual brewnya sih sudah lupa gimana rasanya.

fillmore1
Tampak depan Fillmore Coffee (source: anakjajan.com)
Latte honey
Honey Latte dikelilingi oleh teman-temannya

Livia nggak terlalu banyak ngambil gambar di Fillmore ini termasuk di lantai 2 nya. Cuma ada foto ini nih, rame2 sama teman-teman.

coffee-addict_170126_0011
Foto bareng sama anak-anak tukang ngopi

HiLo Coffee

Selanjutnya! Adalah kopisop HiLo Coffee. Awalnya sih bukan mau kesini tapi ke ST. ALi, cuma ‘disuruh’ (dikasih saran) buat nyobain kesini – sama seseorang yang lebih pro dari kami ber-6 (seriusan lol) – karena katanya baru buka. Akhirnya, kami memutuskan untuk mencoba kesini terlebih dahulu, kebetulan juga lokasinya tidak begitu jauh dari Fillmore Coffee, jalan kaki juga bisa.

HiLo Coffee sendiri berada di lobby Emerald Residence, Karet Pedurenan. Jadi ya jangan heran jika melihat penghuni residence mondar-mandir, tapi tidak mengganggu. Salah satu dari 2 orang yang berada di bar adalah owner HiLo coffee, namanya ko Andrew (dipanggilnya Ko Andre). Anyway..walaupun namanya ‘HiLo’, tapi kopisop ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan salah satu merk susu yang memiliki tagline “Tumbuh tuh ke atas, jangan ke samping!”. Awalnya kami mengira ada hubungannya, tapi Ko Andre sendiri yang bilang bahwa itu hanyalah kebetulan.

Kami ber-6 memilih duduk di pojok cafe dekat bar, karena hanya di sana menurut kami nyaman untuk duduk rame-rame dan memiliki tempat duduk yang cukup. Aku dan teman-teman mulai memesan. Lalu singkat cerita datanglah pesanan kami semua – manual brew V60 (Sunda Aromanis dari 9Cups Coffee & Roastey dan Ethiopia Sidama Ardi dari Nagadi Coffee), cappuccino, croissant, dan curry puff.

edited.jpg
Mejanya berantakan aja sih (photo: Lucky)

Setelah kami menghabiskan setengah makanan kami, owner a.k.a ko Andre datang ke kami, dan menanyakan bagaimana kopinya. Kami jawab enak, suka, tapi beberapa memang kurang suka. Kita jadi ngobrol ramai-ramai, dia cerita mulai dari bagaimana ia terjun ke dunia kopi, belajar mendalami lebih lagi dari orang lain, sampai mulai merencenakan membuat coffee shop dan akhirnya terwujudlah HiLo Coffee join dengan temannya – yang baru saja buka 2 minggu sebelum kami datang kesana.

coffee-addict_170126_0037
Ceritanya foto ala-ala yang gagal LOL
hilo
Boleh lah, ya? 
coffee-addict_170126_0032
Ko Andre lagi frothing

Karena cukup lama duduk disini, aku dan temen-temen cukup banyak ngambil foto disini. Cuma ya kurang maksimal hasil fotonya.

coffee-addict_170126_0074
Foto bareng ko Andre (tengah)

ST. ALi Jakarta

Setelah ke HiLo, lanjut lagi nih ke ST.ALi. Kalau kesini, nggak bisa jalan kaki kayak ke HiLo, karena jaraknya lumayan jauh. Tempatnya ada di Setiabudi Building One, tepatnya disini. Lumayan ramai, entah karena waktu itu aku datang malam, belum tahu kalo siang bagaimana. Bisa jadi memang agak ramai. Suasananya oke disini. Untuk tempat duduk ada di dalam ruangan dan di luar, tidak ada pembatas khusus (seperti pintu atau sekat) antara indoor dan outdoor. Terbuka. Di dalam cafenya pun, ST. ALi menerapkan konsep open bar, yang artinya kita bisa melihat bagian dalam bar dan bagaimana proses pembuatan minuman yang akan kita minum nantinya. Semua bisa terlihat jelas.

coffee-addict_170126_0091
Konsep ‘open bar’

1 Menu yang baru pertama kali aku temui, dan adanya di ST. ALi adalah ‘paket hemat’ (nggak tahu nama paketnya, tapi kita sebut aja seperti itu). Jadi, ada paket yang ditawarkan, pas buat yang datang rame-rame kayak Livia dan temen-temen, tapi maunya minum sharing. 1 Paket isinya 2 cappuccino (2 jenis house blend berbeda), 2 espresso (2 jenis house blend berbeda), dan 1 filter coffee (beans random suka-suka baristanya). Waktu itu ada 2 house blend yang lagi digukanan, Sterling (60% beans from Popayan, Colombia and 40% beans from Antigua, Guatemala) dan Orthodox (60% beans from Guática, Colombia and 40% beans from Raiha, Brazil). 1 Filter coffee nggak tau pake beans apa karena waktu temenku nanya ke salah satu barista, dia bilang bukan dia yang buat jadi nggak tau beans apa.

coffee-addict_170126_0077
Ini nih PaHe yang aku maksud

Kebanyakan yang duduk di sini waktu itu aku liat rata-rata orang kerja gitu, entah bikin tugas, ngejar deadline, atau sekedar diskusi sama temen.

coffee-addict_170126_0080

Kesimpulannya, kalau kalian mau ke Fillmore ri HiLo menggunakan beans yang berbeda. Tapi kalau maunya ke ST.ALi, mungkin ‘paket hemat’ bisa jadi pilihan kalian dan teman-teman jika perginya nggak cuma sendiri.

Sampai sini dulu aja, tungguin blogpost selanjutnya ya! Jika sudah ada yang pernah ke 3 coffee shops di atas, boleh di share pengalaman kalian di kolom comment. Request topik juga boleh 🙂 See ya !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s