Post ini untuk #1Minggu1Cerita dengan tema minggu ke-3 adalah “FORGIVENESS”. Sebelumnya, tapi memang post ini akan mengarah ke 1 atau 2 agama. So, selamat membaca.

FORGIVENESS. Dalam bahasa Indonesia memiliki arti pengampunan. Bukan kata yang asing ataupun jarang dipakai – kata ini sering kita dengar. Tapi, seberapa jauh kita mengerti makna dari ‘forgiveness’ terutama jika berbicara pengampunan yang datangnya dari Tuhan.

Sering kita dengar, “Pengampunan itu diberikan oleh Tuhan secara cuma-cuma kepada kita.”, “Tuhan akan selalu mengampuni dosa kita.”, “Tuhan Yesus sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita agar kita mendapat pengampunan dan kehidupan kekal.” Sering banget dengarnya. Kadang kita (re: gue) percaya, tapi nggak sepenuhnya percaya. Gue percaya, tapi seringkali meragukan. Di saat hidup lagi datar-datar aja, mungkin gue percaya Tuhan memberikan pengampunan dengan cuma-cuma, tapi di saat gue melakukan kesalahan – yang cukup parah menurut gue – gue ragu akan hal itu.

“Masa iya, Tuhan mau mengampuni gue atas kesalahan gue dengan begitu gampangnya?”

Gue berpikir kalau untuk mendapatkan forgiveness harus melakukan berbagai macam hal yang rumit ataupun susah. Entah gue beranggapan harus doa sampai nangis, harus baca alkitab berpasal-pasal, ataupun berusaha dalam sekejap menjadi orang yang ‘suci’ karena sudah menyadari kesalahan. Padahal… seharusnya nggak seperti itu. Gue akhirnya sadar, kalau itu bukan focus utama dari pengampunan. Bukan soal doa sampai nangis. Bukan soal nyanyi ber album-album lagu pujian penyembahan. Intinya adalah kita harus mengakui kesalahan di hadapan Tuhan, doa minta maaf. Udah. Gitu aja. Yang penting adalah hati kita. Tapi bukannya nggak boleh nyanyi atau doa sampai nangis, itu nggak apa-apa. Semuanya harus kita lakukan atas dasar kita mengakui kesalahan, bukti kita sadar, tapi BUKAN syarat agar bisa diampuni. Kenapa bukan syarat? Karena pengampunan adalah ANUGERAH, bukan sesuatu yang bisa kita dapatkan melalui kekuatan sendiri, that’s why Tuhan kasih secara cuma-cuma. Ya! Segitu sayangnya Dia sama kita.

Biasanya kalau melakukan kesalahan, akan muncul yang namanya perasaan bersalah. Perasaan ini juga menentukan apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Dulu gue pernah merasa bersalah karena berulang kali salah, berulang kali minta maaf, tapi tetap berulang melakukan kesalahan yang sama. Cape? Jelas! Gue merasa bersalah, BANGET. Sampai akhirnya gue lelah berdoa dan minta maaf karena gue pikir “Ah, buat apa minta maaf, kalau besok salah lagi.” Perasaan bersalah ini membuat gue justru lebih jauh lagi dari Tuhan, merasa ada jarak. Baru gue sadari, kalau yang gue lakukan adalah SALAH. Tuhan nggak peduli sebanyak apa kesalahan yang gue (dan kita) ulang, seberapa hancurnya perasaan kita, atau separah apapun dosa kita. Yang Dia ingin adalah memanfaatkan keadaan kita waktu lagi terpuruk, bersalah, hancur untuk lebih mengandalkan Tuhan dan lebih dekat lagi denganNya. Tuhan mau kita stay connected apapun keadaannya. Tuhan mau membantu kita di saat kita berada di bawah. Tuhan mau menunjukkan bahwa dalam keadaan kita yang paling hina sekalipun, bukannya menunggu kita di atas sampai kita bangkit, tapi Dia ada bersama-sama dengan kita dan berusaha bangkit bareng-bareng.

Tuhan mau kita percaya forgiveness benar-benar diberikan secara cuma-cuma, tanpa syarat, karena yang Tuhan inginkan adalah hati dan hidup kita, tanpa memedulikan dosa-dosa (toh, sudah ditebus dengan kematian Yesus di kayu salib, kan?)

Mungkin hal ini nggak gampang untuk benar-benar dipercaya. Mungkin beberapa akan mencibir saat baca tulisan gue ini, atau tersenyum karena sudah merasakan sendiri. Seengganya, dengan membaca ini, kalian jadi tahu, dan yang sudah tahu jadi diingatkan. Sampai akhirnya kalian mengalaminya sendiri dan jadi mengerti. Tetap ingat, Tuhan sayang kita dan selalu bersama kita meskipun dalam sisi hidup yang kita paling gelap.

Sekian, pembahasan gue tentang pengampunan. Post ini gue tulis dengan berdasarkan dari apa yang gue pelajari, yang gue alami, dan yang gue renungkan. Thanks sudah mau membaca sampai akhir! Sampai ketemu di post selanjutnya!

Advertisements

One thought on “Pengampunan Secara Cuma-cuma

  1. Lucu ya..saat Tuhan bisa menerima maaf ketika kita benar2 tulus meminta maaf dalam lisan, hati, perbuatan, juga doa, tapi disaat kita meminta maaf kepada manusia, harus jungkir balik biar dimaafkan, harus berusah lebih keras agar benar2 tulus dimaafkan. Yang Maha Mencipta saja tidak sepelit itu…
    Nice post, pal! Keep writing!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s